Oleh: halaqohdakwah | Desember 13, 2014

Aksi Pemadaman Lampu, Solidaritas Dunia Untuk Gaza

DataFiles_Cache_TempImgs_2014_2_Images_news_2014_Desember_13_13lampu_300_0Para aktifis dan relawanan internasional bersiap meluncurkan kampanye solidaritas, menyerukan untuk menyoroti blockade Gaza dan ketiadaan pasokan listrik secara tetap sejak 7 tahun lalu.

Kampanye bertema “Padampak Lampu Untuk Solidaritas Gaza” telah disosialisasikan dengan sejumlah bahasa melalui Hastag #GazaLights, yaitu dengan memadamkan lampu rumah, tempat kerja dan took selama 60 menit, sebagai solidaritas untuk Gaza yang kehilangan pasokan listrik akibat agresi dan blockade zionis.

Para aktifis menetapkan Jumat depan 19 Desember sebagai hari kampanye sedunia, solidaritas dengan memadamkan lampu di semua tempat, antara pukul 7-8 waktu setempat di sejumlah Negara yang ikut berpartisipasi.

Baca Lanjutannya…

Selasa, 18 Oktober 2011, merupakan hari bersejarah bagi perjuangan rakyat Palestina. Sebanyak 477 tahanan Palestina akhirnya bisa bernafas lega setelah bertahun-tahun berada dalam penjara zionis Israel. Pertukaran 1.027 tahanan Palestina dengan seorang tentara Israel berpangkat sersan, Gilad Shalit, telah mencapai tahap pertamanya. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung dua bulan mendatang dengan sisa 550 tahanan yang akan dibebaskan kemudian.

Bertempat di lapangan hijau Katibah Gaza City, digelar acara penjemputan bagi para tahanan rakyat Palestina yang dibebaskan pada tahap pertama. Keharuan dan banjir air mata tak dapat dihindarkan ketika rakyat Palestina di Gaza menyambut kembalinya sanak keluarga mereka yang sudah sekian lama mendekam di penjara-penjara zionis Israel.

Enam relawan Indonesia turut menjadi saksi peristiwa bersejarah ini. Bahkan relawan MER-C diberi kesempatan untuk memberikan sambutannya sebagai wakil dari Indonesia. Pekikan “Indonesia bersama Palestina” pun bergemuruh di lapangan Katibah, Gaza City.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Oktober 4, 2011

Pantaskah Kita Berharap Jannah?

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah ?

Padahal Rasulullah SAW dan para sahabat senantiasa mengisi malam-malamnya dengan derai tangis memohon ampunan kepada Allah. Tak jarang kaki-kaki mereka bengkak oleh karena terlalu lama berdiri dalam khusyuknya. Kalimat-kalimat pujian dan pinta tersusun indah seraya berharap Allah Yang Maha Mendengar mau mendengarkan keluh mereka. Ketika adzan berkumandang, segera para sahabat meninggalkan semua aktivitas menuju sumber panggilan, kemudian waktu demi waktu mereka habiskan untuk bersimpuh di atas sajadah-sajadah penuh tetesan air mata.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Oktober 4, 2011

Umar bin Khattab, Biografi Singkat Khalifah Ke-2

Seorang pemuda yang gagah perkasa berjalan dengan langkah yang mantap mencari Nabi hendak membunuhnya. Ia sangat membenci Nabi, dan agama baru yang dibawanya. Di tengah perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang bernama Naim bin Abdullah yang menanyakan tujuan perjalanannya tersebut. Kemudian diceritakannya niatnya itu.

Dengan mengejek, Naim mengatakan agar ia lebih baik memperbaiki urusan rumah tangganya sendiri terlebih dahulu. Seketika itu juga pemuda itu kembali ke rumah dan mendapatkan ipar lelakinya sedang asyik membaca kitab suci Al-Qur’an (Surah Thoha). Langsung sang ipar dipukul dengan ganas, pukulan yang tidak membuat ipar maupun adiknya meninggalkan agama Islam. Pendirian adik perempuannya yang teguh itu akhirnya justru menentramkan hatinya dan malahan ia memintanya membaca kembali baris-baris Al-Qur’an. Permintaan tersebut dipenuhi dengan senang hati.

Kandungan arti dan alunan ayat-ayat Kitabullah ternyata membuat si pemuda itu begitu terpesonanya, sehingga ia bergegas ke rumah Nabi dan langsung memeluk agama Islam. Begitulah pemuda yang bernama Umar bin Khattab (581 – November 644), yang sebelum masuk Islam dikenal sebagai musuh Islam yang berbahaya. Dengan rahmat dan hidayah Allah, Islam telah bertambah kekuatannya dengan masuknya seorang pemuda yang gagah perkasa. Ketiga bersaudara itu begitu gembiranya, sehingga mereka secara spontan mengumandangkan “Allahu Akbar” (Allah Maha Besar). Gaungnya bergema di pegunungan di sekitarnya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Februari 19, 2011

Pil Keabadian

Oleh : Ummu Cyndi dan Achmad Siddik Thoha

Di sebuah negeri hiduplah seseorang yang berambisi untuk hidup lebih lama dari biasanya. Setelah mencari tahu dengan berbagai macam cara, ditemukanlah sebuah benda berupa obat yang berkhasiat memanjangkan umur peminumnya. Akhirnya ditemukanlah tempat obat itu dibuat. Harga yang mahal dan keistimewaan pil yang hanya dibuat satu-satunya ini tidak mennyurutkan niatnya memiliki obat itu. Dia membeli sebuah ‘pil panjang umur’ yang konon akan membuat peminumnya tak akan pernah mati.

Tahun berganti tahun dan puluhan tahun berlalu. Teman-teman dan orang terdekatnya sudah mulai tua dan meninggal dunia sedangkan dia masih sehat dan senang-senang saja. Hampir semua bagian dunia telah ia kunjungi. Hampir seluruh makanan terlezat telah ia cicipi. Ketika teman-teman, keluarga, anak cucu, cicit meninggalkannya semua, mulailah rasa bosan dan sepi itu datang.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Februari 19, 2011

Laurent Booth: Menjadi Muslim Merupakan Suatu Kedamaian

“Apakah menjadi muslimah membuat anda merasa damai?,” tanya seorang gadis cilik kepada Lauren Booth, adik ipar mantan PM Inggris Tony Blair. “Ya, sangat damai,” jawab Booth yang sudah setahun menjadi muslimah. Booth menjawab pertanyaan itu pada seminar “Islam, Fear Or Not To Fear?” yang merupakan bagian dari acara Koferensi Islam yang digelar Islamic Society Essex University, Colchester, pekan silam.

Perempuan kulit putih itu menjadi pembicara dengan topik “My Journey to Islam“. Seminar itu dihadiri lebih dari 200 peserta termasuk walikota Colchester Sonia Lewis. Dia mengatakan Muslim ingin semua orang menjadi bahagia. “Menjadi Muslim merupakan suatu kedamaian,” ujar Lauren Booth lalu mengatakan bahwa kini ia menjadi lebih tenang.

Booth, yang mengenakan jilbab begitu menjadi muslimah, mengaku dibesarkan oleh orang tua yang tak religius di London Utara. “Ayah saya, aktor Tony Booth, membagi waktunya antara bandar judi dan pub,” kata perempuan kelahiran 1967 itu. Tony Booth dikenal karena perannya dalam “Till Death Do Us Part“. Tony adalah ayah dari Cherie Blair, istri mantan PM Inggris Tony Blair.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Januari 14, 2011

Kenapa Harus Wanita Shalihah?

Ilustrasi: Danang Kawantoro

Oleh : Yusuf Al Bahi

Bismillah..

Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?

Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..

Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..

Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?

Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…

Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Januari 9, 2011

Ayah Aku Capek

“Ayah, ayah” kata Sang Anak

“Ada apa?” tanya Sang Ayah

“Aku capek, sangat capek. Aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja! aku capek, sangat capek.

Aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku capek, sangat capek.

Aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!

Aku capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.

Aku capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedangkan teman-temanku seenaknya saja bersikap kepada ku.

Aku capek Ayah, aku capek menahan diri. Aku ingin seperti mereka. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Januari 8, 2011

Kitab Suci dan Kunci Mobil

Oleh : Achmad Siddik Thoha

Seorang pemuda sedang mempersiapkan wisuda setelah lulus dari ujian sidang. Selama berbulan-bulan ia telah mengagumi sebuah mobil yang bagus di sebuah dealer mobil. Ia tahu ayahnya pasti mampu membelikannya. Lalu pemuda itu menyampaikan keinginannya pada Ayahnya.

”Ayah, belikan aku mobil sebagai hadiah kelulusanku. Mobil itu akan kupakai untuk menjalankan bisnis yang sudah aku rancang, Ayah.”

Ayahnya hanya tersenyum.

Hari Wisuda makin mendekat. Pemuda itu tak sabar menunggu waktu saat ia mendapatkan mobil baru dari Ayahnya. Akhirnya, sore hari setelah acara wisuda di kampus, ayahnya memanggil anaknya ke ruang bacanya. Sang Ayah berkata,

“Anakku, aku sangat bangga padamu. Kamu telah memenuhi harapan Ayah. Aku sangat mencintaimu, Nak.”

Lalu Sang Ayah menyerahkan sebuah kado dengan bungkus cantik yang diikat dengan pita merah .

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Januari 7, 2011

Layakkah Kita Dicintai?

Marilah kita bertanya pada diri sendiri pada hari ini, sejenak saja, tentang sebuah lambang keberartian dan makna hidup yang sangat mendalam: kelayakan untuk dicintai. Maka, layakkah kita untuk dicintai?

Layak dicintai adalah lambang keberartian. Sebab cinta tidak dipersembahkan untuk padang jiwa yang hampa. Tidak juga untuk karya-karya yang tidak bermakna. Hanya bila kita berguna, maka kita layak untuk dicintai. Hidup tidak akan memberikan ruang untuk orang-orang yang kikir, yang hanya bisa merusak dan tidak pernah bisa membangun. Yang hanya pandai mengkhianati, menyakiti dan tak pernah berdaya untuk merajut kembali. Yang hatinya beku dan tak pernah mengilhami. Hanya bila kita berarti, maka kita layak untuk dicintai.

Kelayakan untuk dicintai adalah definisi dari sebuah kapasitas diri. Kapasitas yang diukur dari sejauh mana kita memiliki harga. Dalam wujud amal nyata dan peran-peran yang berbukti. Bukan status, apalagi hanya sekedar hiasan performa dan pulasan kepalsuan. Nilai umum dari orang yang layak untuk dicintai, adalah kemanfaatan dirinya bagi kehidupan, bagi sesama, dan bagi keberlangsungan hidup diri dan orang lain.

Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 48 pengikut lainnya.