Salam Mr Wilders,

Orang bilang kita hanya membawa kuda ke tempat air, tapi tidak untuk menyuruhnya minum. Tetapi manusia bukan kuda. Tidak seperti binatang, manusia selalu punya alasan. Saya menawarkan sedikit keterangan ini dengan harapan samar-samar bahwa Anda adalah orang yang mempertimbangkan sedikit alasan.

Ini tentang pidato terakhir Anda di hadapan Aliansi Patriot di New York. Anda mengggambarkan ‘Islamisasi Eropa’. Anda menjelaskan beberapa kota Eropa dengan lingkungan Muslim dengan begitu hal seram. Menurut Anda, itu adalah dunia di mana perempuan berjalan-jalan dengan tenda-tenda tanpa sosok… suami mereka, menurut Anda sebagai tuan dari budaknya, jika Anda suka, berjalan tiga langkah di depan perempuan-perempuan itu.

Mr Wilders, saya tinggal di salah satu daerah di London Barat. Saya sering mengunjungi Whitechapel dan Edgware Road, bagian dari London yang berwarna-warni, dan saya belum pernah sekalipun melihat seorang wanita Muslim berjalan di belakang suaminya. Sebaliknya, para ibu berjalan-jalan di samping para lelaki mereka dengan bangga bermartabat. Tidak ada perilaku istri-istri menunjukkan sebagai peran bawahan, jadi enyahlah perbudakan dari Islam.

Gadis-gadis Muslim bahkan selalu penuh semangat memakai segala macam peralatan. Benar, mereka tidak mungkin berperilaku permisif; perempuan dibebaskan tapi bukan memamerkan daging mereka, tidak memeluk dan mencium mitra di depan umum, tidak ada yang seperti itu. Saya bahkan berani menebak sebagian besar dari mereka tidak tidur dengan anak laki-laki sebelum menikah. Tapi mengapa hal itu jadi buruk? Itu adalah kesucian, kerendahan hati dan menahan diri. Adat istiadat Kristen dari peradaban Barat yang Anda klaim digunakan untuk hal-hal seperti itu, bukan?

Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: halaqohdakwah | Januari 4, 2011

Mendidik dengan Cinta

Oleh : Achmad Siddik Thoha

Seorang Profesor pakar Sosiologi, terkejut melihat hasil survei yang dilakukan bersama mahasiswanya. Survei yang dilakukan terhadap pria dewasa yang kini hidup sukses menunjukkan hasil yang jauh dari hipotesanya. Orang yang disurvei dulunya juga pernah diwawancara saat mereka hidup di kampung kumuh dua puluh lima tahun lampau.

Survei awal, dua puluh lima tahun silam, sang professor hampir menyimpulkan bahwa anak-anak yang dulunya tinggal di kawasan kumuh takkan bisa memiliki masa depan yang cerah. Biasanya lingkungan yang buruk bagi anak akan menghantar pada masa depan suram bagi mereka. Umumnya saat mereka dewasa, hampir semuanya menikmati kehidupan di penjara.

Hal ini tak terjadi anak pada hasil survei yang dilakukannya di kampung kumuh itu. Hasilnya, dua puluh lima tahun kemudian, anak-anak yang tumbuh dan besar di lingkungan kumuh tidak hidup sebagai kriminal dan pesakitan. Ternyata hanya empat anak dari 190 anak yang di survei dulu, yang masuk penjara. Sisanya hidup normal dan tidak menjadi sampah masyarakat.
Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Desember 24, 2010

Paku yang Ada di Hati

“Ada tiga hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaan-Nya, ditaburi rahmat-Nya dan dimasukkan-Nya kedalam surga-Nya yaitu : Apabila diberi ia berterima kasih, apabila berkuasa ia suka memaafkan, dan apabila marah ia menahan diri (tak jadi marah) .” (R. Hakim dan ibnu hibban dari Ibnu abbas dalam Min Akhlaqin Nabi)

Pada suatu ketika, hidup seorang anak yang sangat pemarah. Hal-hal sepele bisa menjadikannya naik pitam. Tapi beruntung bagi anak itu, ia memiliki seorang bapak yang sangat bijaksana.

Suatu hari, sang bapak memberikan anak itu sekarung paku. Bapak itu meminta agar anaknya melampiaskan kemarahannya dengan memakukan 1 paku ke tembok belakang rumah. Satu paku untuk setiap satu kali marah. Hari pertama pun dilalui. Hari ini anak itu marah sebanyak 35 kali, maka sebagai konsekwensinya, anak itu harus memasang 35 paku pula di tembok belakang rumah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Juli 4, 2010

Bagaimana Bayi dan Anak-Anak Belajar?

“…fal yakun khairan au lisashmut”! (katakan yang baik-baik saja, atau kalau tidak lebih baik diam) – Rasulullah

Gordon Dryden & Dr. Jeannette Vos dalam bukunya The Learning Revolution, mengungkapkan fakta-fakta yang sangat mengejutkan.

Saat ini, katanya, berbagai metoda belajar tengah berkembang pesat di seluruh dunia, sehingga setiap anak akan mampu mempelajari apapun secara lebih cepat –sekitar 5 sampai 20 kali lebih cepat– bahkan 10 sampai 100 kali lebih efektif, pada usia berapapun. Metoda-metoda itu ternyata sederhana, mudah dipelajari, menyenangkan, logis – dan terbukti andal.

Inilah beberapa fakta itu. Di Christchurch, Selandia Baru, Michael Tan berhasil lulus ujian matematika tingkat smu pada usia 7 tahun. Dan Stephen Witte, 12 tahun lulus enam ujian beasiswa universitas dan berhasil meraih hadiah fisika dari SMU Papanui, tidak lama setelah diizinkan melompati empat kelas.

Di Alaska, para pelajar di SMU MT. Edgecumbe menjalankan empat perusahaan proyek percontohan. Salah satu proyeknya: ekspor salmon asap ke Jepang senilai us$ 600.000– mereka sekaligus belajar ilmu pemasaran, bisnis, ekonomi dan Bahasa Jepang.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Juni 7, 2010

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Bismillahirrahmanirrahim…

Untuk saudaraku di Indonesia, Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia, Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa?

Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku? Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum. Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negeri kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian yah?. wah, pasti uang kalian sangat banyak yah?, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya, Subhanallah.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Juni 6, 2010

Keutamaan Berbaik Sangka

Salah satu cara memelihara jalinan ukhuwah islamiyah adalah dengan berbaik sangka terhadap sesama muslim.
Suatu hari Rasulullah SAW mengutus umar RA untuk menarik zakat dari para sahabat. Akan tetapi Ibnu Jamil, Khalid bin Walid dan Abbas yang juga paman nabi SAW tidak menyerahkan zakatnya. Umar melaporkan sahabat itu kepada Rasulullah.

Mendengar laporan itu, Rasulullah bersabda,”Tiada suatu yang membuat Ibnu Jamil enggan untuk menyerahkan zakat kecuali dirinya fakir, kemudian Allah menjadikannya kaya. Adapun khalid, sesungguhnya kalian telah berbuat zalim terhadapnya (karena) ia menginfakkan baju besi dan peralatan perangnya di jalan Allah. Adapun Abbas Aku telah mengambil zakatnya dua tahun lalu.”

Setelah itu Rasulullah pun bersabdah, “Wahai Umar, apakah kamu tidak tahu bahwa paman seseorang itu sama dengan ayahnya?” (HR Bukhari dan Muslim). Dari kisah itu Rasulullah SAW senantiasa mengingatkan umatnya untuk menjauhi prasangka buruk.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Juni 6, 2010

Kisah Ibrahim Bin Adham

Dia adalah raja di Balkh satu wilayah yang masuk dalam kerajaan Khurasan, menggantikan ayahnya yang baru mangkat. Sebagaimana umumnya kehidupan para raja, Ibrahim bin Adham juga bergelimang kemewahan. Hidup dalam istana megah berhias permata, emas, dan perak. Setiap kali keluar istana ia selalu di kawal 80 orang pengawal. 40 orang berada di depan dan 40 orang berada di belakang, semua lengkap dengan pedang yang terbuat dari baja yang berlapis emas.

Suatu malam, ketika sedang terlelap tidur di atas dipannya, tiba tiba ia dikejutkan oleh suara langkah kaki dari atas genteng, seperti seseorang yang hendak mencuri. Ibrahim menegur orang itu, “Apa yang tengah kamu lakukan di atas sana?” Orang itu menjawab, “Saya sedang mencari ontaku yang hilang.” “Apa kamu sudah gila, mencari onta di atas genteng,” sergahnya. Namun orang itu balik menyerang, “Tuan yang gila, karena tuan mencari Allah di istana.”

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Juni 6, 2010

Holocaust Gaza

Kota Gaza yang luluh lantak oleh serangan Israel

Oleh : Zaim Uchrowi

Gaza, tiba-tiba, terasa menjadi begitu dekat. Dari tanah nusantara ini, Gaza seperti lebih dekat dibanding dengan India. Negara tetangga yang berbatasan langsung dengan kita di kepulauan Andaman, sebelah barat Aceh. Juga dengan Timor leste di Pulau Timor. Gaza menjadi seperti bagian dari kita, bahkan dari masyarakat dunia.

Adalah negara Israel yang ‘berjasa’ mendekatkan Gaza pada hati kita. Sepetak tanah yang sedikit lebih luas dibandingkan Jakarta ini semula menjadi bagian dari hamparan tanah Palestina. Berdirinya negara Israel dan diikuti sejumlah perang untuk merampas tanah membuat posisi Gaza terisolasi. Gaza terjepit oleh hamparan luas tanah yang dikuasai Israel. Laut Tengah yang juga dikontrol negara Zionis ini, serta Gurun Sinai milik Mesir. Gaza terpisah jauh dari wilayah utama Palestina yang mencakup Yerusalem, disisi barat sungai Yordan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Juni 3, 2010

Pohon Zaitun dan Perjuangan Rakyat Palestina

Oleh : Achmad Siddik Thoha

Kali ini berita tentang duka perjuangan pembelaan rakyat palestina kembali menyeruak. Hati kembali tergugah dan membuncah untuk semakin kuat membela rakyat pakestina yang semakin tertindas. Berbagai cara menolong rakyat Palestina menghadapi hambatan dan intimidasi dari penjajah Israel. Kini seluruh dunia mengutuk kebiadaban Israel yang membunuhi relawan kemanusiaan yang akan menghantar bantuan dari berbagai penjuru dunia. Hati terkoyak oleh perbuatan pengecut penjajah yang beruat teror pada pejuang kemanusian.

Berita Palestina tak habis-habisnya untuk disiarkan. Sebuah kisah panjang perjalanan memperjuangkan kemerdekaan yang mengharukan. Kisah tentang kepahlawanan di antara tekanan luar biasa dari agresor. Kisah bagaimana kehidupan para wanita yang melahirkan dan mendidik pejuang-pejuang baru. Kisah panjang rasa haru melepas anak-anak dan suami ke pemakaman sebagai syuhada. Menulis tentang palestina bagi saya adalah menuliskan luka kemanusiaan namun membuncahkan semangat perjuangan.

Baca Lanjutannya…

Oleh: halaqohdakwah | Mei 26, 2010

Aku Yang Mencari Kayu Bakar !

Pada suatu hari Rasulullah Saw pergi dalam sebuah perjalanan jauh bersama para sahabatnya. Di tengah perjalanan mereka ber-istirahat dulu dan mendirikan kemah di padang pasir. Kebetulan mereka membawa seekor domba.

Maka salah seorang sahabat berkata, “Aku akan memotong domba itu.” Sedang yang lain berkata pula, “Aku yang akan mengulitinya,” dan sahabat yang lain lagi berkata, “Aku yang akan memasaknya nanti.”
Lalu Rasulullah berkata, “Dan aku yang akan mencari kayu bakarnya.”

Para sahabat terperanjat dengan ucapan beliau. Mereka segera berkata, “Tidak usah ya Rasulullah, biar kami saja yang melaku-kan semuanya. Baginda beristirahat saja sampai masakan iniselesai.”

Rasulullah kemudian bersabda kepada mereka semua, “Demi Allah, aku tidak akan tinggal diam sementara kalian semua bekerja. Allah membenci hamba-Nya yang mengistimewakan dirinya dari saudara-saudaranya.” Setelah mengucapkan sabda-nya beliau pergi mencari dan memanggul sendiri kayu bakar yang didapatnya.

Sumber: Anisul Mukmin, Safwak Sa’dallah Al Mukhtar

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori