Oleh: halaqohdakwah | Desember 14, 2009

Aku Akan Hidup Benar Dari Jam Ke Jam

Habis Sholat Isya, seorang Gadis kecil mendatangi ayahnya yang belum selesai sholat sunnah. Setelah mengucapkan salam, Sang ayah menatap anaknya.
” Ada apa, Nak ? ”
“Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.

Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata,
“Tidak, nak. Manusia sering melakukan kekhilafan secara sadar maupun tidak. Itulah kenapa kita diperintahkan memohon ampun kepada Alloh setiap hari”.

Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.

“Oh ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”

Ayahnya tertawa, “Itu sangat sulit, nak”.

“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”.

Ayahnya berfikir sebentar. Kemudian Ia mengangguk,
“Jika dia berusaha dan Alloh memberikan Hidayah, kemungkinan besar bisa”.

Anak ini tersenyum lega.
“Jika demikian, aku akan berusaha hidup benar dari jam ke jam, ayah.
Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar…. ”

Sang Ayah berkaca-kaca menatap Putrinya:
” Apa yang kau katakan penuh dengan Hikmah, semoga Alloh selalu memberimu petunjuk Nak..”

oOo
“Bagaimana kondisimu hari ini, wahai Hudzaifah?” tanya Rosulullah.

Dengan paercaya diri ia menjawab, “Alhamdulillah, ya Rosulullah, saat ini aku menjadi seorang mukmin yang kuat iman.”

Rosulullah bertanya kembali, “Hai Hudzaifah, sungguh segala sesuatu itu ada buktinya, maka apa bukti dari pernyataanmu itu?”

Jawab hudzaifah r.a. “Ya Rosulullah, tidak ada suatu pagi pun yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk sampai pada sore hari, dan tiada sore pun yang aku hidup padanya dan aku berharap untuk sampai pagi hari, melainkan aku melihat dengan jelas didepan mataku syurga yang penduduknya bercanda ria menikmati keindahannya dan aku melihat neraka dengan penghuninya yang berteriak menjerit histeris merasakan dahsyatnya sikasa.”

Rosulullah Saw mengatakan, ” Arofta falzam, kamu sudah tahu maka komitmenlah dengan apa yang kamu tahu.”

Sumber : Inspiring Stories II (Kisah-kisah Pembangun Jiwa), Budi Hidayat at Facebook


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: