Oleh: halaqohdakwah | Oktober 14, 2008

Irian, Bumi Allah yang Semakin Terang oleh Cahaya Tauhid

900-an masjid telah dibangun dan tersebar di Irian, ribuan orang penduduk asli dimandikan, diajari berpakaian, dikhitan, kemudian dituntun mengucapkan kalimat syahadat.

Jangan terkejut bila suatu hari anda bertemu dengan penduduk asli Irian yang pandai mengaji dan berbahasa Arab. Sampai saat ini sudah sekitar 1400 anak asli Papua disekolahkan di berbagai pesantren di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi, gratis. Bahkan sebagian di antara sudah ada yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Ratusan diantaraya tengah menempuh jenjang S1 bahkan sudah ada 29 orang yang meraih gelar S2.

Realitas diatas hanyalah sedikit dari prestasi yang diukir para da’i Yayasan Al Fatih Kaafah Nusantara (AFKN), yang dikomandoi oleh ustadz M. Zaaf. Fadlan Rabbani Al Garamatan, seorang pendakwah asli Irian yang baru menginjak usia 40 tahunan.

Perkembangan dakwah di bumi Papua ini memang istimewa, walaupun Islam adalah agama pertama yang masuk kesana melalui hubungan dengan kerajaan Islam Ternate dan Tidore di Maluku. Bahkan Sultan Iskandar Syah dari Samudera Pasai pun pernah berkunjung ke pulau cenderawasih ini, selain itu ditemukan pula jejak pengaruh dari kesultanan Demak di masa Raden Fatah. Namun opini dan pencitraan yang keliru yang sengaja dihembuskan, membuat sebagian kita mengidentikkan Papua dengan Nasrani atau Kristen. Sebetulnya jumlah muslim di Irian cukup besar, sekitar 40% dari jumlah penduduknya.

Berdakwah diantara Babi dan Koteka

Pembianaan masyarakat asli Irian, setelah mereka diperkenalkan dengan Islam adalah mengajari mereka mandi dan berpakaian. Sebelumnya mereka tidak pernah mengenal cara membersihkan tubuh, bahkan untuk menghindari gigitan nyamuk dan udara dingin mereka selalu melumuri tubuhnya dengan minyak babi. Para calon muallaf ini dibimbing untuk mandi dengan air dan sabun juga keramas dengan menggunakan shampo.

Pernah suatu ketika ada seorang kepala suku yang begitu menikmati sabun mandi. Tanpa dibilas, dia langsung keliling kampung karena amat senang dengan bau wangi di tubuhnya.

Mengenalkan pakaian memang proses awal yang susah. Mula-mula ketika dkenalkan celana kolor, mereka tertawa. Namun ketika memakainya semakin lama semakin enjoy, malah akhirnya malu melepaskannya. Muslimah-muslimah muallaf ini pun tidak kalah semangatnya dalan ber-Islam, merekapun merasa senang dengan balutan busana yang menutupi aurat, tidak nampak keengganan di wajah mereka sedikitpun.

Bahkan suatu kali pernah ditanyakan secara berkelakar kepada muslimah Irian ini “Apakah mereka mau kembali melepaskan busananya dan kembali bertelanjang seperti dulu lagi?”. Merekapun tersipu malu, dan menolak untuk menampakkan auratnya, seperti ketika belum mengenal Islam, sungguh mengharukan sekali!… menjadi ironis bila kita melihat kehidupan wanita di Jakarta yang justru berlomba-lomba menelanjangi tubuh mereka, dan bersedia difoto dengan busana yang terbuka di cover-cover majalah. “Kasihan deh orang Jakarta, baru belajar telanjang!…”

Menjadi Lebih Baik Setelah Memeluk Islam

Luar biasa, barangkali seperti itu komentar kita bila melihat aktifitas Islam mereka. Setelah memeluk Islam setiap sholat fardhu selalu menyempatkan melakukannya di musholla atau masjid dan mereka mengaku merasa tenang. Barangkali Islam mereka lebih baik dari saudara-saudara muslim yang sudah Islam sejak lahir.

Ada seorang kepala suku yang menyatakan masuk Islam, kemudian dianiaya sekelompok orang, ditindih kayu, ditelanjangi, namun tetap teguh memegang syahadat.

Sumber : Tabloid Republika Dialog Jum’at, 12 September 2008

Catatan :
Yayasan AFKN melaksanakan program Gerakan Wakaf Al Qur’an untuk daerah rawan aqidah dan rawan pendidikan. Dengan mewakafkan uang sejumlah Rp. 65.000,- untuk biaya pembelian Al Qur’an, biaya operasional dan pengiriman serta pembinaan, kita telah membantu dakwah mereka. Info lengkap http://www.wakaf-alquran.org, e-mail: wakaf.alquran@yahoo.com.


Responses

  1. Artikel anda di

    http://agama.infogue.com/irian_bumi_allah_yang_semakin_terang_oleh_cahaya_tauhid

    promosikan artikel anda di infoGue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, game online & kamus untuk para netter Indonesia. Salam!

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Salam Taaruf akhi, ana ingin lebih kenal dengan antum. Telp. Ana di 021-99187391 atau Hp. 081319107800. wassalam.
    Ana sangat tertarik dengan Blog Antum, Ana punya Radio Komunitas Dakwah, nurani Islam 107,7 FM di daerah Kota Tangerang tepatnya di Kel. Kreo Kec. Larangan, bagaimana kalau materi materi di Blog ini ana siarkan di Radio kami boleh?

  3. Assalamualaikum Wr. Wbr.
    Salam kenalan dari saya untuk yang mengunjungi BLOG ini


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: