Oleh: halaqohdakwah | September 2, 2008

PERBEDAAN TA’ARUF DAN PACARAN

Tujuan :
– taaruf (t) : mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.
– pacaran (p) : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah …

Kapan dimulai
– t : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
– p : saat sudah diledek sama teman:”koq masih jomblo?”, atau saat butuh temen curhat, atau saat taruhan dengan teman.

Waktu
– t : sesuai dengan adab bertamu.
– p : pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari klo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa.

Tempat pertemuan
– t : di rumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan.
– p : di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik.

Frekuensi pertemuan
– t : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.
– p : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu.

Lama pertemuan
– t : sesuai dengan adab bertamu
– p : selama belum ada yang komplain, lanjut !

Materi pertemuan
– t : kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.
– p : cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

Jumlah yang hadir
– t : minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). maksimal tidak terbatas (disesuaikan adab tamu).
– p : calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). klo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan.

Biaya
– t : secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu).
– p : kalau ada biaya: ngapel, kalau ngga ada absent dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya di rumah aja kali ya? tapi gengsi dong pacaran di rumah doang ?? apa kata doi coba ??

Lamanya
– t : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
– p : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

Saat tidak ada kecocokan saat proses
– t : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan menyebut alasannya.
– p : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya.

Oleh : Abdurrahman,S.Ag (Kumpulan Kultum)


Responses

  1. artikel anda:

    http://agama.infogue.com/
    http://agama.infogue.com/perbedaan_taaruf_dan_pacaran

    promosikan artikel anda di infogue.com dan jadikan artikel anda yang terbaik dan terpopuler,telah tersedia widget shareGue dan nikmati fitur info cinema untuk para netter Indonesia. Salam!

  2. o…. gtu yach bedanya,,,…eh waktu pertama baca artikel ni uku langsung ketawa ketiwi lhooo… bukan karena ngerasa kesindir skali lagi bukan tapi karena lucu dan mengena bagi kita yang menjalaninya …smogabanyak orang yang baca nie artikel yah, biar kita nggak risih kalau jalan liat orang bermesraan tanpa sungkan2,,,.

    • gila” bnr 2 rahmatan lil’alamin

  3. bru tw sya …….skarng bedanya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: