Oleh: halaqohdakwah | Juli 21, 2008

Teknologi, Sebuah Media Dakwah Global

Oleh : Yana R. Sopian, S.Pd

Latar belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah membawa manusia menuju peradaban modern, suatu peradaban yang ditandai dengan banyak dimanfaatkannya teknologi untuk membantu aktivitas manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, selalu mempunyai ambivalensi yang saling bertolak belakang, disatu sisi mempunyai dampak positif yang dapat membantu kehidupan manusia akan tetapi disisi lain berdampak negatif yang dapat merugikan kehidupan manusia. Dari segi positif mungkin tidak perlu untuk dibicarakan karena sudah banyak kita rasakan manfaatnya. Akan tetapi dampak negatif yang ditimbulkan, justru harus menjadi bahan pemikiran semua orang untuk dicarikan jalan keluarnya.

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi, terutama dampak dari kemajuan teknologi informasi dan teknologi komunikasi telah membawa umat manusia kedalam gaya hidup hedonisme dan konsumerisme sehingga menjerumuskan mereka kedalam dunia gemerlap (dugem) yang tidak memperdulikan lagi halal atau haram dan maksiat menjadi suatu kebanggaan serta orang orang telah lalai akan kewajibannya terhadap Kholiqnya, bukankah sudah jelas dalam Al Qur’an terdapat suatu ayat yang menjelaskan akan kewajiban manusia, yaitu bahwa manusia diciptakan hanya semata mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Mungkin itu sedikit gambaran dari kondisi umat sekarang ini. Walaupun penulis juga tidak menutup mata, bahwa masih ada saudara saudara kita yang masih istiqomah dalam menjalankan ajaran ajaran Islam. Akan tetapi hal itu masih sedikit jika dibandingkan dengan orang orang yang telah dilalaikan oleh gemerlapnya kehidupan dunia yang hanya sementara ini.


Tujuan penulisan

Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa dampak dari perkembangan teknologi mutakhir menyebabkan manusia lalai akan tugasnya yang paling utama dimuka bumi. Dari kondisi seperti inilah, perlu adanya orang orang yang menyeru dan mengajak mereka untuk kembali kejalan yang benar. Oleh karena itu perlu adanya dakwah-dakwah yang dapat meng–counter dampak negatif tersebut. Dan salah satu prinsip dalam berdakwah yaitu prinsip tajadudiyah dimana dakwah harus disesuaikan dengan kondisi zaman dimana dakwah itu dilaksanakan. Oleh karena itu sangatlah tepat kiranya, apabila di era globalisasi ini kita manfaatkan teknologi sebagai media dakwah global. Yaitu sutau media yang dapat membuat mereka menerima kebenaran Islam, bukan mencaci, dan suatu media yang dapat mendekatkan mereka kepada nilai nilai yang islami bukan menyebabkan mereka menjauhinya.
Ternyata dengan penggunaan teknologi sebagai suatu media dakwah telah mendapat respon yang positif dari masyarakat Hal ini terbukti ketika Al-Islam (http://www.alislam.or.id/) sebagai Pusat Informasi dan Komunikasi Islam di Indonesia telah memiliki tidak kurang dari 15.000 member. Dan ternyata dakwah dengan menggunakan teknologi sebagai medianya terbukti efektif ketika beberapa waktu lalu kita dibuat kaget dengan masuk islamnya beberapa “orang bule” Amerika . Padahal, tempat tinggal mereka jauh dari komunitas mesjid dan dakwah muslim di Amerika. Hal ini terjadi karena kecanggihan teknologi yang kini memasuki umat manusia yaitu, internet. Media mutakhir ini turut melebarkan dakwah yang selama ini terbatas oleh ruang dan waktu .


Pengertian Dakwah

Sebelum berbicara lebih banyak, perlu penulis sampaikan mengenai pengertian pengertian tentang Dakwah. Makna secara bahasa, dakwah dapat juga berarti :
– An Nida, yang artinya memanggil
– Ad Du’a ila syai’i, menyeru atau mendorong pada sesuatu.
– Suatu usaha berupa perkataan atau perbuatan untuk menarik manusia, untuk menyeru manusia ke suatu aliran agama tertentu.

Secara etimologis dakwah berasal dari Bahasa Arab yang berarti :seruan, ajakan, panggilan. Proses memanggil atau menyeru merupakan suatu proses penyampaian (tabligh) atas pesan pesan tertentu. Secara etimologis (logat) pengertian dakwah dan tabligh itu merupakan suatu proses penyampaian(tabligh) pesan pesan tertentu yang berupa ajakan atau seruan dengan tujuan agar orang lain memenuhi ajakan tersebut.

Menurut H. Endang S. Anshari (1976)
Dakwah berarti memyampaikan (tabligh) islam kepada manusia secara lisan, maupun secara tulisan, ataupun secara lukisan.
Menurut Prof. Thoha Yahya Omar MA. (1971)
Dakwah berarti mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka baik didunia maupun diakhirat.

Pengertian Global

Global/globalisasi menurut pandangan sebagian orang adalah melenyapkan dinding dan jarak antara satu bangsa dengan bangsa lain, dan antara satu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga semuanya menjadi dekat.
Global/globalisasi berasal dari bahasa prancis (monodialisation) yang berarti menjadikan sesuatu mendunia atau bersifat internasional.
Global/globalisasi menurut terjemahan bahasa Inggris (globalization) berarti menggeneralisir sesuatu dan memperluas jangkauan hingga keseluruh tempat.
Jadi dengan kata lain : bahwa dakwah dengan media teknologi berarti menyampaikan pesan pesan yang berupa ajakan atau seruan tentang islam dengan cakupan dakwah yang sangat luas dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Dasar kewajiban dakwah
Adapun yang menjadi dasar dalam berdakwah adalah seperti yang tercantum dalam Al – Qur’an surat An Nahl : 125 yang berbunyi :
“ Serulah (manusia) kejalan Tuhanmu dengan hikmah *) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang orang yang mendapat petunjuk”(QS. An Nahl :125).

Dan dalam surat Ali Imran :104
“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar *¬). Merekalah orang orang yang beruntung.”

*Hikmah, ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang haq dengan yang bathil.
*ma’ruf, segala perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, sedangkan munkar, adalah sebaliknya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim :

“ Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendaklah ia merubah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya. Itulah selemah lemahnya iman.” (HR. Muslim)
Dari ayat ayat diatas jelaslah bahwa setiap manusia mempunyai kewajiban dalam berdakwah sesuai dengan kemampuannya. Oleh karena itu fardhu ‘ain hukumnya bagi setiap orang dalam berdakwah. Sedangkan hukumnya dalam berdakwah dengan menggunakan media teknologi adalah fardhu kifayah, bagi setiap orang yang menguasai teknologi.

Tahapan dan Tujuan Dakwah

Adapun tahapan tahapan yang diterapkan dalam berdakwah dengan menggunakan media teknologi adalah sebagai berikut :
Tahapan Dakwah (syaikh Mushthafa Masyhur)
1. Tahap Penerangan/Pengenalan/Propaganda *) (Ta’rif).
suatu tahapan yang menggambarkan, memperkenalkan ide (fikrah) dan menyampikan kepada khalayak ramai dan setiap lapisan masyarakat.
2. Tahap Pembinaan dan Pembentukan (Takwin).
yaitu tahap pembentukan, memilih pendukung, menyiapkan pasukan mujahid dan membinanya
3. Tahap Pelaksanaan (Tanfidz).
yaitu tahap beramal, berusaha dan bergerak mencapai tujuan.

* Propaganda, salah satu bentuk komunikasi massa yang bertujuan untuk mempengaruhi atau meyakinkan publik agar bertindak sesuai dengan yang diharapkan, sasaran dari propaganda adalah emosi, sentimen atau situasi kejiwaan dari orang banyak dengan memakai pendekatan atau teknik sugesti.

Tujuan dakwah
1. Membangun masyarakat islam.
2. Melakukan perbaikan pada masyarakat islam yang terkena “musibah” berupa penyimpangan penyimpangan dan tampak didalamnya sebagian kemungkaran.
3. Memelihara keberlangsungan dakwah dikalangan masyarakat yang telah berpegang pada kebenaran, yaitu dengan pengajaran secara terus menerus.


Tugas da’i

Dengan semakin majunya peradaban manusia para dai’ harus mampu melakukan gerakan dakwah yang terapeutis (bersifat menyembuhkan). Dakwah bukan hanya harus memberikan wawasan keislaman yang lebih luas (yang bersifat kognitif), bukan hanya memberikan hiburan untuk melupakan persoalan dan meredakan tekanan psikologis, akan tetapi dakwah juga harus memahami orang orang modern dalam memahami dirinya. Para da’i harus mampu membimbing umat untuk memahami realitas, memaksimalkan potensi yang mereka miliki dan akhirnya mengembangkan kepribadian mereka.
Para da’i adalah agen sosialisasi nilai nilai islam. Mereka ditantang untuk bersaing dengan agen agen hiburan yang bersifat global. Sekarang para kiai tidak cukup hanya membacakan kisah kisah dari Al Qur’an, sirah nabi atau buku buku seperti Durratun nashihin, akan tetapi para da’i harus dapat mengemasnya dengan memanfaatkan teknologi informasi mutakhir. Penggunaan media massa oleh para da’i menjadi sangat urgen.
Para da’i harus dapat mengembangkan sistem informasi. Harus adanya koordinasi antar lembaga dakwah untuk mengembangkan berbagai data base system untuk perkembangan dakwah dan pemikiran islam. Laboratorium dakwah, yang menghimpun data tentang khalayak dan materi dakwah, harus didirikan dengan menggunakan teknologi komunikasi mutakhir.

Bimbingan untuk para da’i dalam berdakwah
1. Memberi keteladanan sebelum berdakwah.
Sebagaimanapun bagusnya seorang da’i dalam berdakwah dan seluas apapun wawasannya mengenai agama, tapi tanpa ditunjang dengan akhlaq yang dapat diteladani oleh umat maka niscaya dakwah itu tidak akan pernah berhasil. Oleh karena itu perlu adanya keteladanan yang baik dari seorang da’i sebelum berdakwah.

2. Mengikat hati sebelum menjelaskan.
Sering sekali seseorang itu tertarik pada sesuatu setelah hatinya merasa senang terhadap hal tersebut. Sehingga setelah seseorang itu senang, maka segala sesuatu yang akan disampaikan menjadi mudah dicerna oleh orang tersebut.
3. Mengenalkan sebelum memberi beban.
Adanya sebuah pepatah lama yang menyatakan bahwa tak kenal maka tak sayang , tak sayang maka tak cinta, oleh karena dalam berdakwah hendaklah diawali dengan mengenalkan hal hal yang ringan saja dan tidak memberatkan.
4. Bertahap dalam pembebanan.
Adanya tahapan dalam pembebanan adalah agar tidak memberatkan bagi para objek dakwah.
5. Memudahkan bukan menyulitkan.
Hal ini sesuai dengan sebuah hadits nabi Muhammad SAW yang menyatakan bahwa, Mudahkanlah jangan membuat susah.
6. Yang pokok sebelum yang cabang cabang.
7. Membesarkan hati sebelum memberi.
8. Memahamkan bukan mendikte.
9. Mendidik bukan menelanjangi.
10. Muridnya guru bukan muridnya buku.


Rambu Rambu dalam Berdakwah

Dalam menyampaikan dan menyebarkan islam, hendaklah para da’i memegang rambu rambu dalam berdakwah. Menurut Dr. Yusuf Qordhowi ada 10 rambu rambu yang harus diperhatikan bagi program menampilkan islam (berdakwah) didunia global.

  1. Menyeru muslim dan nonmuslim kepada islam. Dakwah atau tabligh hendaklah bukan hanya menyeru kepada muslim saja akan tetapi juga harus dapat menyeru kepada nonmuslim. Apalagi dengan menggunakan media teknologi, semua orang dari penjuru dunia manapun dapat mengaksesnya.
  2. Menyajikan Islam secara utuh baik dalam bidang aqidah, ibadah, akhlaq, adab, hukum maupun peradabannya.
  3. Ajaran Islam, hukum dan nilai nilainya diambil dari sumbernya yang bersih yaitu Al Qur’an Al Karim, dan sunnah atau hadits yang shahih.
  4. Berpegang pada sifat wasathiyah dalam memahami Islam dan realita dengan tidak berlebihan atau terlalu longgar.
  5. Mempertahankan prinsip memudahkan bukan menyulitkan dalam berfatwa dan prinsip menanamkan senang kepada islam dalam berdakwah bukan dengan menakut nakuti, hal ini sesuai dengan pesan Rasulullah SAW “Permudahlah jangan dipersulit, berilah kabar gembira dan jangan menakut nakuti”(HR. Muttafaq ‘alaih)
  6. Memadukan orisinalitas dan modernitas. Artinya bahwa dakwah itu harus berasal dari sumber ajaran islam yang asli dengan didukung oleh kemajuan teknologi sebagai medianya dalam penyampaian.
  7. Tidak fanatik terhadap pendapat lama dan pikiran baru. Juga tidak bersikap ashobiyah kepada seseorang karena setiap orang, ucapannya boleh diambil dan boleh ditinggalkan.
  8. Memperlakukan manusia sampai para penentang sekalipun engan cara lemah lembut bukan dengan cara kasar dan kekerasan dan dengan dialog yang paling baik seperti yang tercantum dala Al Qur’an surat 3:159 , 16:125.
  9. Memadukan keilmiahan dalam isi dan teknik penyajian yang menarik perhatian masyarakat dunia.
  10. Melakukan pengulangan atau penggandaan jika dibutuhkan dan bekerjasama dengan para aktivis islam jika memungkinkan.


KESIMPULAN

Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa dakwah dengan menggunakan teknologi sebagai medianya, ternyata mempunyai kelebihan dan kekurangannnya. Dan penulis, merasa bahwa tidak hanya dakwah dengan menggunakan teknologi saja yang mempunyai kelemahan dan kelebihannya, akan tetapi semua bentuk dakwah dengan media yang lainnya pun, juga mempunyai hal yang serupa. Dibawah ini disajikan beberapa kelemahan dan kelebihannya dakwah dengan menggunakan media teknologi.
Keuntungan dakwah dengan media teknologi :
1. Ruang lingkup yang tidak terbatas ruang dan waktu.
2. Relatif lebih cepat dalam penyampaian dibandingkan dengan media dakwah lainnya spt: buku, surat kabar dan lain sebagainya.

Kelemahan dakwah yang disampaikan melalui media teknologi :
1. Tidak adanya keteladanan dari para da’i kepada masyarakat yang di dakwahinya.
2. Minimnya jumlah para da’i yang mengusai teknologi.
3. Kurangnya dukungan dari pemerintah yaitu dengan menetapkan pajak yang tinggi untuk peralatan teknologi komunikasi spt, komputer dsb.
4. Biaya yang cukup mahal.

Disampaikan dalam “SEMINAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM” pada tanggal 15 Mei 2002

DAFTAR PUSTAKA

1. Al – Qur’an dan Terjemahnya.

2. Abdullah Nashih ‘ulwan, Dr., 1992, “Untungnya Menjadi Da’i”, Jakarta, Islamuna Press.

3. Anshari, E.S, 1976, “Pokok – pokok Pikiran Tentang Islam”, Jakarta, Usaha Enterprises.

4. Chairil Anwar, Dr., 2000, “Islam dan tantangan Kemanusiaan Abad XXI”, Yogyakarta, Pusataka Pelajar.

5. Jalaluddin Rakhmat, 1996, “Islam Aktual ; Refleksi Seorang Cendikiawan Muslim”, Bandung, Mizan.

6. Jum’ah Amir Abdul Aziz, 2000, “Fiqih Dakwah”, Solo, Era Intermedia.

7. Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandhalawi, 2000, “Fadhail Amal : Keruntuhan Umat Islam dan Cara Memperbaikinya”, Bandung, Pustaka Da’i.

8. M. Isa Anshary, K. H., 1991, “Mujahid Da’wah”, Bandung, CV Diponegoro.

9. Muhammad Faiz Almath, Dr., 1991, “1100 Hadits Terpilih : Sinar Ajaran Muhammad”, Jakarta, Gema Insani Press.

10. Percikan Iman, No 5 Th. II Mei 2001 M / Shafar 1422 H.

11. Rabi’ Bin Hadi Al Madkhali, Dr., 1992, “Manhaj Dakwah Para Nabi, Dengan Landasan Hikmah dan Rasio”, Jakarta, Gema Insani Press.

12. Rohadi A.F Drs, & Sudarsono Drs, S.H., 1997, “Ilmu dan Teknologi dalam Islam”, Jakarta, Rineka Cipta.

13. Syaikh Mushthafa Masyhur Al I’tishom, 2000, “Fiqih Dakwah”, Jakarta, Cahaya Umat.

14. Thoha Yahya Omar, 1971, “Ilmu Dakwah”, Jakarta, Wijaya.

15. Toto Tasmara, Drs. H., 1997, “Komunikasi Dakwah”, Jakarta, Gaya Media Pratama.

16. Tutty Alawiyah AS, Dra. Hj., 1997, “Strategi Dakwah Dilingkungan Majelis Taklim”, Bandung, Mizan.

17. Yusuf Qardhawi Dr., 2001, “Umat Islam Menyongsong Abad ke-21”, Solo,Era Intermedia.

18. Yusuf Qardhawi Dr. dkk, 1998,“Kebangkitan Islam ; Dalam Perbincangan Para Pakar”, Jakarta, Gema Insani Press.


Responses

  1. Terimakasih informasinya.
    Kelemahan dan kelebihan suatu instrumen dakwah perlu menjadi pertimbangan para juru dakwah. Selanjutnya, perlu dibangun sinergi antar para juru dakwah yang menggunakan beraneka ragam instrumen dakwah, sehingga kelemahan yang ada pada satu instrumen dakwah yang digunakan seorang juru dakwah, dapat disubstitusi oleh juru dakwah yang lain dengan instrumen yang berbeda.
    Untuk share silahkan klik “Sosiologi Dakwah” di http://sosiologidakwah.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: