Selasa, 18 Oktober 2011, merupakan hari bersejarah bagi perjuangan rakyat Palestina. Sebanyak 477 tahanan Palestina akhirnya bisa bernafas lega setelah bertahun-tahun berada dalam penjara zionis Israel. Pertukaran 1.027 tahanan Palestina dengan seorang tentara Israel berpangkat sersan, Gilad Shalit, telah mencapai tahap pertamanya. Sedangkan tahap kedua akan berlangsung dua bulan mendatang dengan sisa 550 tahanan yang akan dibebaskan kemudian.
Bertempat di lapangan hijau Katibah Gaza City, digelar acara penjemputan bagi para tahanan rakyat Palestina yang dibebaskan pada tahap pertama. Keharuan dan banjir air mata tak dapat dihindarkan ketika rakyat Palestina di Gaza menyambut kembalinya sanak keluarga mereka yang sudah sekian lama mendekam di penjara-penjara zionis Israel.
Enam relawan Indonesia turut menjadi saksi peristiwa bersejarah ini. Bahkan relawan MER-C diberi kesempatan untuk memberikan sambutannya sebagai wakil dari Indonesia. Pekikan “Indonesia bersama Palestina” pun bergemuruh di lapangan Katibah, Gaza City.

Sholat dhuha cuma dua rakaat, qiyamullail (tahajjud) juga hanya dua rakaat, itu pun sambil terkantuk-kantuk. Sholat lima waktu? Sudahlah jarang di masjid, milih ayatnya yang pendek-pendek saja agar lekas selesai. Tanpa doa, dan segala macam puji untuk Allah, terlipatlah sajadah yang belum lama tergelar itu. Lupa pula dengan sholat rawatib sebelum maupun sesudah shalat wajib. Satu lagi, semua di atas itu belum termasuk catatan: “Kalau tidak terlambat” atau “Asal nggak bangun kesiangan”. Dengan sholat model begini, apa pantas mengaku ahli ibadah ?



“Ayah, ayah” kata Sang Anak
Marilah kita bertanya pada diri sendiri pada hari ini, sejenak saja, tentang sebuah lambang keberartian dan makna hidup yang sangat mendalam: kelayakan untuk dicintai. Maka, layakkah kita untuk dicintai?
Salam Mr Wilders,

Komentar Terakhir